Daihatsu Sigra Raih Sambutan Positif Masyarakat

Produk baru mobil murah ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) Daihatsu Sigra mendapatkan sambutan yang sangat positif dari masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan terhadap produk baru Daihatsu ini setelah diperkenalkan secara resmi beberapa waktu lalu.

Demikian dikatakan Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra di Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/8).

Dikatakan, sambutan yang positif dari masyarakat ini terlihat dari tingginya permintaan terhadap mobil Daihatsu Sigra ini pada Agustus 2016. Ia menjelaskan, pada awalnya pihak manajemen hanya menargetkan penjualan sekitar 2.000-3.000 unit per bulan. Namun, pada tanggal 20 Agustus lalu, jumlah pemesanan Sigra sudah menembus angka 2.800 unit. Bahkan, ia memprediksi, akhir bulan ini jumlah tersebut akan menembus angka 6.000 unit mengingat tingginya permintaan masyarakat.

Amelia menyebutkan, mobil Daihasu Sigra dengan 1.200 cc yang mengusung konsep LCGC memang memiliki harga yang lebih murah dibanding Xenia. “Namun, ini bukan mobil murahan. Kami melakukan berbagai penelitian dan uji coba untuk menghasilkan mobil LCGC yang berkualitas, termasuk sisi keselamatannya. Daihatsu Sigra berhasil meraih bintang empat dalam safety test. Sebagai perbandingan, safety test terbaik untuk mobil mewah adalah bintang lima,” paparnya.

Marketing and CR Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan, sepanjang semester pertama 2016, Daihatsu meraih penjualan 8.376 unit dan berada di posisi ketiga dengan pangsa pasar 17,2 persen. Sepanjang Januari hingga Juni 2016 itu, posisi pertama masih dipegang Toyota dengan penjualan 14.293 unit atau 29,44 persen, dan Honda sebanyak 9.092 unit dengan pangsa pasar 18,73 persen.

Hendrayadi mengatakan, secara nasional, penjualan Daihatsu malah mencatat hasil mengejutkan. Dia menjelaskan, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor di Indonesia (Gaikindo) sepanjang Januari hingga Juli 2016, Daihatsu mencetak penjualan ritel sebanyak 101.685 unit atau naik lima persen dari periode yang sama 2015 sebesar 97.264 unit.

Xenia menjadi kontributor terbesar dengan jumlah penjualan 28.581 unit (28,1 persen), disusul LCGC Astra Daihatsu Ayla sebanyak 28.062 unit (27,6 persen), Gran Max Pick Up sebesar 24.005 (23,6 persen), Terios sebesar 8.534 unit (8,4 persen), Gran Max MB sebesar 7.996 unit (7,9 persen), Luxio 2.607 (2,6 persen), dan Sirion 1.899 (1,9 persen).

Menurut Hendrayadi, peningkatan lima persen itu memang cukup mengejutkan. Apalagi, penjualan otomotif secara nasional hanya naik sekitar 0,9 persen. Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang Januari hingga Juli 2016, penjualan otomotif nasional sebanyak 594.514 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu sebesar 581.106 unit.

Sementara itu, Amelia Tjandra mengatakan, mobil Daihatsu bisa diterima konsumen di Indonesia karena memang diproduksi untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. “Kalau merek lain memproduksi mobilnya dari luar negeri lalu dibawa ke Indonesia, Daihatsu memproduksi mobil di Indonesia dengan kebutuhan orang Indonesia. Malah, mobil itu diekspor ke negara lain,” tutur dia.

× Chat yuk