Belajar Nyetir Mobil : Pakai Matic Saja!

Belajar mengendarai mobil matic tentunya lebih mudah dan cepat beradaptasi serta tidak direpotkan dengan perpindahan transmisi. Namun, mobil matic lebih sering ganti oli dan perawatannya lebih menguras kocek

daihatsu.co.id

Pada awal kamu ingin belajar mengemudi biasanya ada rasa bimbang saat memilih mobil manual atau mobil matic yang dipakai untuk belajar. Beberapa orang berpendapat, salah satunya dari pengemudi bernama Raja Purwoko menilai lebih baik belajar mobil manual lebih dahulu bila dibandingkan mobil matic. Meskipun diakuinya lebih sulit, namun mempermudah kita untuk bisa mengendarai dua jenis mobil tersebut.

“Saya akui memang membutuhkan waktu lama mengendarai mobil manual, namun kalau sudah bisa dijamin akan langsung bisa mengendarai mobil matic. Soal waktu tentunya lebih efisiensi, tidak usah belajar dua kali,” ujarnya kepada kokgituya.

Hal itu mungkin pendapat yang umum dijumpai di masyarakat ketika ingin belajar menyetir. Dari pandangan safety driving, opini itu sebaiknya diubah. Seperti proses belajar pada umumnya, yakni belajar apapun diawali dari tingkat kesulitan yang mudah. Jadi, pemula bisa diajari dulu mengenai prinsip-prinsip mengendalikan arah kendaraan sambil melakukan pengereman. Begitu terbiasa mengendalikan kendaraan baru tingkat kesulitan menyetir dinaikkan.

Belajar mengendarai mobil matic tentunya lebih mudah dan cepat beradaptasi serta tidak direpotkan dengan perpindahan transmisi. Mobil matic memakai transmisi otomatis dengan format R-P-D2-D1-D dan lain-lain. Pengemudi tidak perlu susah mengimbangi antara mengoperasikan kopling, gas, dan memindahkan transmisi dalam berkendara. Sebab, yang ada hanya gas – rem – gas – rem saja. Pengemudi yang ingin belajar dengan kondisi kemacetan, akan lebih mudah menggunakan tipe ini karena tidak harus bolak-balik pindah persneling. Selain itu, beradaptasi dengan jalan dan hal yang lebih urgen lain bisa lebih didahulukan dengan mobil matic. Baru nanti kalau sudah bisa beradaptasi dengan mobil bisa belajar mobil manual. Namun, terkadang hanya faktor itu saja yang membuat kamu memilih transmisi otomatis dan sama sekali tidak melirik mobil dengan transmisi manual. Apalagi mobil matic juga punya celah. Karena pengemudi tidak bisa mengatur persneling maka pada saat melalui track menurun harus ekstra hati-hati dalam mengerem. Bila tidak maka kamu akan mengalami kecelakaan.

Untuk urusan kantong, penggunaan bahan bakar mobil matic lebih boros dibandingkan mobil manual. Apalagi belajar pastinya akan sering berhenti karena belum terbiasa tentunya akan lebih memboroskan bahan bakar. Selain itu, mobil matic harus lebih sering ganti oli dan perawatannya pun lebih menguras kocek.

× Chat yuk